Mungkin kita sering terperangah akan pesatnya perkembangan buah hati balita kita. Belum lagi ternyata mereka dapat melakukan sesuatu yang kita pikir belum dapat mereka lakukan, misalkan menghafalkan lagu-lagu berbahasa asing hanya dengan menonton beberapa kali dari televisi, menirukan omongan orang-orang sekitarnya, dan lain sebagainya. Memang kebanyakan orang tidak mengenali dan memahami kemampuan luar biasa yang ada pada anak-anak
.
Usia di bawah lima tahun ( balita ) adalah usia yang paling kritis atau paling menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Hal itu karena perkembangan intelegensi anak hampir seluruhnya terjadi pada usia di bawah lima tahun. Itulah makanya anak-anak di usia tersebut memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa dan kemampuan untuk menyerap informasi yang sangat tinggi.
Kesalahan yang sering dilakukan orang tua dalam menanggapi keingintahuan yang besar itu adalah menghakimi tindakan anak tersebut sebagai kenakalan dan umumnya menyalahkan anak karena tingkah laku mereka tidak seperti yang diinginkan. Hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap perkembangan jiwa anak. Padahal pada kenyataannya, umumnya orang tua dan guru hanya dapat mengajarkan sedikit hal kepada anak-anak karena mereka tidak menyangka pesatnya perkembangan intelegensi anak tersebut. Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan orang tua dan guru itulah tidak jarang potensi luar biasa yang ada pada setiap anak tersia-siakan.
Hal itu sayang sekali karena anak-anak usia belia memiliki miliaran sel saraf otak yang sedang berkembang dan kemampuan yang dahsyat serta daya memori yang kuat. Oleh karena itu, pendidikan yang menanamkan nilai-nilai luhur kemanusiaan ( pengembangan intelegensi, karakter, kreativitas, moral dan kasih sayang universal ) sangatlah perlu diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini.
Pendidikan prasekolah dan taman kanak-kanak sebaiknya jangan diabaikan. Bahkan, pendidikan bayi yang baru lahir atau sejak masih di dalam kandungan sudah saatnya dikembangkan. Dedikasi tulus dari guru-guru dan dukungan dari orang tua sepenuhnya akan menjamin keberhasilan pe anak di kemudian hari. Ibaratnya batang pohon yang makin tua makin sulit untuk dibengkokkan sehingga untuk membentuk apa pun sebaiknya dilakukan sejak umur masih muda. Oleh karena itu, didik dan bentuk kepribadian anak-anak kita dengan baik sejak usia dini.